Sejarah

Sejarah Teknik Mesin Universitas Iskandar Muda (Unida)

Cikal bakal keberadaan Jurusan Teknik Mesin Universitas Iskandar Muda (Unida) berawal dari perjalanan panjang Universitas Islam Aceh (UIA). Pada tahun 1962, UIA membuka Fakultas Sosial dan Ilmu Politik. Pada periode ini, tercatat 34 mahasiswa mengikuti Ujian Sarjana Lengkap Negara dan 16 orang di antaranya berhasil lulus.

Memasuki awal tahun 1970-an, perkuliahan UIA mengalami kendala sehingga pelaksanaannya tidak berjalan lancar. Sebagai tindak lanjut, Badan Perguruan Islam (Baperis) Pusat mengambil alih pengelolaan fakultas tersebut. Pada tahun 1975, dibentuklah Yayasan Perguruan Tinggi Iskandar Muda untuk mengurus dan mengembangkan perguruan tinggi ini hingga sekarang.

Dalam perkembangan selanjutnya, berbagai jurusan memperoleh status pengakuan dari pemerintah. Pada tahun 1983, Jurusan Ilmu Administrasi Negara mendapatkan status “diakui”. Setahun berikutnya menyusul Jurusan Ilmu Sosiologi dan Jurusan Komunikasi yang memperoleh status “terdaftar”.

Sejalan dengan upaya pengembangan bidang keilmuan, Fakultas Teknik juga dibentuk. Fakultas ini pada awalnya merupakan Akademi Teknik yang membuka dua jurusan: Teknik Sipil dan Teknik Mesin. Pada tahun 1985, kedua jurusan tersebut resmi mendapatkan status “terdaftar” dari pemerintah. Pada tahun yang sama, Fakultas Pertanian dengan Jurusan Agronomi dan Ilmu Tanah juga memperoleh status serupa.

Tonggak penting lainnya terjadi pada 25 Januari 1987, ketika UIA resmi bertransformasi menjadi Universitas Iskandar Muda (Unida). Sejak saat itu, Unida berkembang pesat dan telah melahirkan puluhan ribu alumni dari berbagai program studi, termasuk Teknik Mesin.

Kini, dengan semangat peningkatan kualitas dan mutu pendidikan, Universitas Iskandar Muda memiliki 5 Fakultas dengan 13 Program Studi jenjang Strata Satu (S1) dan Pascasarjana. Jurusan Teknik Mesin, sebagai bagian dari Fakultas Teknik, terus berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, siap menghadapi tantangan dunia industri, dan berkontribusi pada pembangunan daerah maupun nasional.